Senin, 16 September 2013

RAMAI-RAMAI PRODUKSI MOBIL MURAH

Produsen mobil Jepang yang produknya beredar di Indonesia kini punya jurus baru untuk meningkatkan kuantitas penjualannya.Toyota dan Daihatsu yang saat ini berada di bawah bendera PT. Astra Internasional baru saja mengeluarkan produk terbarunya yang dibandrol dengan harga murah. Toyota Agya dan Daihatsu Ayla merupakan dua produk teranyar yang baru saja diperkenalkan ke publik Indonesia sebagai mobil yang harganya terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah. Sedangkan Honda, Suzuki dan "Pemain Lama Berwajah Baru" Datsun Indonesia juga punya produk andalan yang tak kalah murahnya yang juga akan diperkenalkan dan dipasarkan ke publik Indonesia. Produk tersebut adalah, Honda Brio, Suzuki Alto dan Datsun Go Cross.  Ditinjau dari sudut pandang sektor industri, meningkatnya penjualan mobil menunjukkan adanya pertumbuhan industri otomotif nasional. Hal itu yang kemudian mendasari pemerintah memberikan insentif terhadap mobil ramah lingkungan. Namun, di sisi lain, hal itu akan menimbulkan konflik dengan kebijakan perbaikan transportasi publik.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit menilai, sebenarnya, ada solusi dari permasalahan tersebut. Menurutnya, jika pemerintah ingin melanjutkan program kebangkitan industri otomotif, tetapi juga dibarengi dengan perbaikan transportasi publik, yang harus dilakukan ialah bukan menghasilkan mobil-mobil pribadi, melainkan menghasilkan bus.
"Misalnya, bus listrik atau bus hybrid. Yang memproduksi bus ini akan diberi insentif," kata Danang saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/9/2013).
Menurut Danang, bila melakukan hal tersebut, pemerintah akan menyelesaikan dua hal. Satu sisi, kinerja sektor perindustrian baik, begitu juga dengan sektor perhubungan. Industri otomotif tetap tumbuh disertai perbaikan transportasi publik.
Selain itu, lanjut Danang, pihak lain yang diuntungkan adalah pengusaha transportasi yang selama ini selalu kesulitan melakukan peremajaan unit-unitnya. Akibatnya, jumlah bus tak layak yang masih beredar masih banyak.
"Pengusaha angkutan banyak mengeluh harga bus mahal, mau pinjam di bank juga sulit, bunga juga tinggi, kenapa tidak itu saja yang kita dorong," ujar guru besar transportasi Universitas Gadjah Mada ini.
Pemerintah resmi mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bagi produksi mobil ramah lingkungan. Dengan peraturan ini, mobil dengan kapasitas di bawah 1.200 cc dan konsumsi bahan bakar minyak 20 kilometer per liter dapat dipasarkan tanpa PPnBM.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan ketidaksetujuannya dengan kebijakan pemerintah pusat tersebut. Ia berusaha agar kemudahan memiliki mobil murah tidak sampai membebani arus lalu lintas di Jakarta.Lalu adakah cara lain yang lebih ekseklusif dalam mensiasati perkembangan jumlah mobil yang nantinya akan semakin menjamur di jalanan khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar, Bandung dan kota kota besar lainnya di Indonesia? Mari kita tunggu dan lihat kebijakan pemerintah selanjutnya di bidang jalan dan transportasi dalam mengatasi kesemrawutan dan kemacetan di jalanan akibat daya tampung jalan tak sebanding dengan perkembangan jumlah kenderaan yang ada di jalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar